Penting diketahui oleh para orangtua.
Anak merupakan amanah besar dari Allah SWT. Orangtua yang dikaruniai anak, nantinya akan diminta pertanggung jawaban di akhirat. Tentunya bukan hal mudah dalam hal mendidik dan mengasuh anak.
Ning Imaz Fatimatuz Zahra dari Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur memaparkan metode parenting Islami atau cara mendidik anak secara Islami. Ia melakukan kombinasi antara metode parenting kekinian dengan ajaran Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.
“ Sebetulnya dalam Ihya itu banyak sekali, ada enam belas materi mengenai anjuran dan juga cara mendidik anak. Namun mungkin akan sedikit saya sederhanakan, serta sedikit dikombinasikan dengan parenting modern,” ujar Ning Imaz yang juga founder @perempuanmengaji, dikutip dari NU Online.
Menurut Ning Imaz hal pertama yang bisa dilakukan adalah melarang kebiasaan buruk serta mengatur jadwal anak. Seperti membuat jadwal tidur dan makan. Anak membutuhkan " peta" yang disediakan oleh orang tuanya supaya anak terbiasa melakukan hal-hal yang baik.
Lingkungan yang Baik
Bila mengantuk, beberapa anak belum mengerti waktu tidur, demikian pula ketika anak mulai merasa lapar. “ Mengkomunikasikannya belum bisa, sehingga kita ini yang harus membacanya yaitu dengan mengatur jadwalnya, dengan memahami polanya, serta mendisiplinkan dia secara perlahan,” kata
Kedua, kata dia, mendidik akhlak serta karakter anak supaya menjadi pribadi yang baik dengan menanamkan nilai-nilai luhur. Seperti menanamkan kejujuran, bertutur kata yang baik, memiliki sopan santun, serta memiliki kasih sayang. Selain itu, anak juga penting untuk dikenalkan dan didekatkan kepada orang-orang saleh, serta memberinya lingkungan dan teman-teman yang baik.
"Ini penting sekali, karena kehidupan berteman itu seperti halnya keluarga kedua bagi si anak. Maka memang harus kita kondisikan bahwa ia akan bersama dengan teman-teman yang baik yang akan membawa pengaruh baik pula kepadanya,” kata Ning Imaz.
Makanan Halal dan Bergizi
Ketiga, orangtua hendaknya memberi makanan yang halal dan bergizi kepada anak karena makanan akan mempengaruhi terhadap karakter anak. Misalnya ketika diberi makanan haram, anak akan sulit untuk diatur dan diarahkan.
“ Keempat, hendaknya orang tua mendahulukan tarbiyah dan ta'dib, mendidik karakter serta akhlaknya dibanding ta'lim atau pendidikan intelektualnya. Karena pendidikan intelektual itu bisa dikejar, namun pendidikan karakter dan pendidikan akhlak jika sudah terlanjur buruk akan sulit dibenahi,” ujarnya.
Islam Ingatkan Orangtua Hati-hati Berucap Pada Anak, Bisa Jadi Doa
Dream - Kesabaran jadi modal penting dalam mengasuh anak. Ada kalanya anak-anak menurut dengan aturan dan perintah orangtua. Sementara, ketika mereka sudah mulai pintar dan dewasa, seringkali sudah memiliki argumennya sendiri dan tak mau menurut.
Orangtua memang harus lebih bijak saat menghadapi anak yang berargumen. Hindari menghadapinya dengan emosi meletup dan dianjurkan untuk memperbanyak istigfar. Islam mengingatkan untuk tetap menjaga lisan dan hati-hati berucap saat menghadapi anak.